iklan Bahas Soal Lifting, Sumur Minyak dan Zona Merah, Fasha Gelar Pertemuan di Kantor Pertamina EP Field Jambi 
Bahas Soal Lifting, Sumur Minyak dan Zona Merah, Fasha Gelar Pertemuan di Kantor Pertamina EP Field Jambi 

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Anggota Komisi XII DPR RI Dapil Jambi dari Fraksi Partai NasDem DR H Syarif Fasha ME, Jumat pagi (6/3), menggelar rapat dengan SKK Migas perwakilan Sumbagsel, Pertamina Hulu Rokan Pusat dan Field Jambi, di kantor Pertaminan EP Field Jambi.

Pertemuan yang digelar dalam rangka Kunjungan Kerja Reses Perorangan itu dimulai pukul 08.30 Wib, dihadiri oleh perwakilan dari PHR Zona 1 (Z1), antara lain GM PHR Z1, Meffredi, Senior Manager Production dan Project Z1 Tedjo Sumantri, Manager SRM Regional 1, Yudi Nugraha, Head of Relation Z1, Budi Aryanto dan Asmen Security Z1, Ricky Nova.

BACA JUGA: Konflik Lahan Zona Merah Pertamina, DPRD Kota Jambi dan ATR/BPN Sepakat Bentuk Tim Terpadu

Sementara dari Field Jambi, dihadiri oleh Field Manager Kurniawan Triyo Wododo, Asment PO Jambi Amril Anshary Sammana, Asmen RAM Dian, Asmen WOWS Zainudin, Asmn PE Alfian Mayando. Sedangkan dari SKK Migas dihadiri oleh Kepala Departemen Operasi Bambang Dwi.

Dalam pertemuan itu, Fasha mengatakan, ada tiga hal yang menjadi pembahasan dalam pertemuan ini. Yakni, terkait existing lifting saat ini dan penigkatan lifting Jambi ke depan. Kemudian terkait proses pengusahaan Sumur Rakyat yg dilakukan 3 entitas di Jambi, yakni BUMD, Koperasi dan UMKM, serta terkait Zona Merah di Kota Jambi dan Muaro Jambi.

BACA JUGA: Kejari Tanjabtim Bagikan Takjil dan Gelar Buka Puasa Bersama

‘’Soal sumur rakyat ini, sejauh mana realisasi dan mekanisme di lapangan, serta hasil produksi perhari,’’ sebut Fasha.

Menurutnya, pertemuan ini sifatnya resmi, karena nantinya akan dilaporkan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Pertamina di Jakarta. 

‘’Nanti akan kita bawa ke RDP di Jakarta,’’ ujar Fasha.

Dalam paparannya, Field Manager Pertamina EP Jambi Kurniawan Triyo Wododo mengatakan, untuk produksi minyak di Jambi sebanyak 5600 BOPD (Barrels of Oil Per Day), sementara produksi gas sebanyak 6.4470 MMSCFD (Million standard cubic feet per day). Data ini per 5 Februari 2026.

BACA JUGA: Bupati Dedy Putra Resmikan 2 Puskesmas dan 3 Pustu di Bungo, Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat

Sementara itu, terkait sumur masyarakat, juga diketahui dalam pertemuan tersebut, terdapat sebanyak 37.809 sumur di Jambi dan Sumsel, dengan potensi tambahan produksi sebanyak lebih kurang 15.000 BOPD.

Khusus Jambi, terdapat sebanyak 11.509 sumur rakyat, dengan rincian Batang Hari 9.885 sumur, Muaro Jambi 1.336 sumur dan Sarolangun 288 sumur.

‘’1 BKU Jambi (UMKM Batang Hari Sinar Energi) telah memperoleh persetujuan menteri ESDM 24 Desember 2025,’’ timpal Bambang dari SKK Migas.

Berdasarkan data yang dipaparkan, 1 BKU yakni UMKM Batang Hari Sinar Energi, telah berkontrak dengan Pertamina EP-Field Jambi pada 27 Desember 2025 dan sudah menyalurkan 1186 bbls kepada Pertamina EP.

Sementara itu, terkait Zona Merah, Kurniawan Triyo Wododo juga menjelaskan, pihaknya juga mengikuti berbagai rapat koordinasi yang melibatkan beberapa pihak, seperti BPN, DJKN, KPKNL, Pertamina EP, DPRD Kota Jambi dan Walikota Jambi.

‘’Selain rapat koordinasi, dilakukan juga tinjauan lapangan untuk melihat secara langsung bagaimana konteks permasalahan yang terjadi di lokasi setiap area sumur Pertamina EP Jambi,’’ sebutnya.

Terkait Zona Merah, Fasha menyebut, dirinya akan terus mengawal proses ini. Ia juga sudah menegaskan kepada masyarakat terdampak, tidak akan penggusuran atau pun pengusiran. (*)


Berita Terkait



add images